Uang dicuri di antara booking dan pembayaran
Kebanyakan kerugian tidak terjadi lewat peretasan yang rumit, tapi lewat satu pesan: situs tiruan, rekening yang "berubah", atau akun platform booking yang dipakai penipu untuk menghubungi tamu asli.
Di mana pun pariwisata dan jumlah wisatawan asing tumbuh, peluang kejahatan digital ikut tumbuh. Ini terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Bali. Tamu memesan, membayar, dan menilai bisnis Anda lewat layar, dan penipu tahu itu. Serangan mereka makin canggih, dan harus dicegah sebelum sampai ke tamu Anda. Halaman ini menjelaskan apa yang sedang terjadi di pasar, bagaimana serangannya berjalan, dan bagaimana kepercayaan tamu bisa dijaga.
Setiap jenis penipuan dan peretasan di bawah ini ditangani oleh salah satu pilar ini, dengan satu tim dan satu laporan.
Komputer front office, server, PMS dan POS dipantau terus-menerus. Analis kami bertindak saat ada tanda serangan.
Menangkal
Login mencurigakan, aturan penerusan, dan email penipuan di Google Workspace, Gmail, dan Microsoft 365.
Situs booking tiruan, domain mirip, dan akun media sosial palsu yang memakai nama Anda.
Kami uji situs, mesin booking, jaringan, dan WiFi tamu seperti penyerang sungguhan, dengan izin tertulis.
Menangkal
Cyber Assurance. Biaya bulanan dasar untuk akses ke keahlian kami kapan Anda membutuhkannya: pertanyaan, cek email mencurigakan, dan bantuan untuk tim atau vendor IT Anda.
Lihat Cyber AssuranceGambaran umum dari pola yang sering kami lihat di industri perhotelan, bukan kisah pelanggan tertentu.
Kebanyakan kerugian tidak terjadi lewat peretasan yang rumit, tapi lewat satu pesan: situs tiruan, rekening yang "berubah", atau akun platform booking yang dipakai penipu untuk menghubungi tamu asli.
Malware pencuri data di satu komputer front desk bisa mengambil sesi login email atau media sosial yang masih aktif. Verifikasi dua langkah tidak membantu kalau sesinya sudah dicuri.
Vila dan hotel kecil biasanya mengandalkan vendor IT atau teman yang paham komputer. Tidak ada yang memantau setiap hari, jadi serangan sering baru ketahuan dari tamu yang komplain.
Pilih satu untuk melihat cara kerjanya, tanda-tanda yang perlu diwaspadai, dan apa yang kami lakukan.
Situs tiruan yang memakai foto dan nama Anda untuk menerima uang muka tamu.
Baca selengkapnya →Pesan palsu “rekening kami berubah” yang mengalihkan pembayaran tamu, agen, atau pemasok.
Baca selengkapnya →Akun mitra di platform booking diambil alih, lalu dipakai untuk meminta pembayaran ke tamu.
Baca selengkapnya →Instagram, Facebook, atau WhatsApp Business diambil alih atau ditiru untuk promo palsu.
Baca selengkapnya →Email, pesan, dan kode QR palsu yang menyasar front office, reservasi, dan keuangan.
Baca selengkapnya →Program yang mengunci komputer dan data lalu meminta tebusan, sering di saat paling sibuk.
Baca selengkapnya →Email kerja diambil alih, termasuk lewat pencurian sesi login yang melewati verifikasi dua langkah.
Baca selengkapnya →Domain kedaluwarsa atau dibajak, DNS diubah, dan orang lain mengirim email memakai nama Anda.
Baca selengkapnya →Setiap penipuan yang memakai nama Anda membuat tamu ragu, termasuk terhadap pesan dan situs Anda yang asli.
Situs tiruan memakai foto, harga, dan logo yang sama. Dari sisi tamu, keduanya terlihat sama meyakinkannya.
Ulasan buruk, pembatalan, dan agen yang ragu bekerja sama lagi, padahal Anda sendiri juga korban.
Cerita tentang penipuan booking di Bali menyebar ke luar negeri dan membuat tamu baru lebih curiga kepada semua properti.
Asesmen pertama gratis dan tanpa ikatan. Kami periksa dari luar, lalu jelaskan hasilnya dengan bahasa sehari-hari.